5 Peran Ayah Dalam Pola Asuh Anak

peran ayah dalam pola asuh anak

Modernis.co, Jakarta – Kamu harus tau nih yah pentingnya peran ayah dalam pola asuh anak kalau nggak mau anamu jadi fatherless.

Sadar yah, ngurus anak itu bukan cuma tugas ibu. Buka mata yuk kita hidup di zaman modern, guys! Sehingga peran ayah dalam pola asuh anak itu super penting.

Peran ayah itu ngaruh banget ke perkembangan mental dan emosional anak. Ayah bukan cuma bank berjalan atau tukang antar-jemput sekolah.

Harusnya kita udah siap sebelum nikah buat jadi seorang bapak-bapak idaman istri dan anak. Sebab, ayah adalah figur sentral yang menentukan masa depan anak, juga penentu arah keluarga. Nahkoda bos!

Biar makin ngeh, pahamin deh 5 peran kunci ayah yang wajib kamu tau! Mulai dari yang sederhana dan santai di kehidupan sehari-hari, sampe yang serius penuh filosofi.

1. Jadi Teladan

Ayah tuh kan kapten di rumah, oleh karena itu harus banget bisa jadi teladan sebagai orang dewasa yang bijaksana, berwibawa, dan bertanggungjawab. Pokoknya panutan banget deh!

Gak lucu lah kalau ayah justru jadi sosok yang serem atau kang molor! Apalagi kalau punya anak cowok, sikapnya lebih condong ngikutin ayahnya. Meski kadang lebih deket sama emaknya.

Kalau ayah bersikap chill dan bijak menghadapi masalah, anak akan belajar regulasi emosi yang baik. Sebaliknya, kalau ayah gampang emosi atau prinsipnya gak konsisten, anak bisa jadi bingung. 

Ayah yang menunjukkan integritas, respect ke semua orang (termasuk ibu), dan punya etos kerja yang keren akan membentuk karakter anak jadi pribadi yang berkualitas. Gitu loh pah!

2. Harus jadi Hero

Harus bisa jadi hero pah! Keluarga ini harus dilindungi dari ancaman luar dan dalam. Ayah harus bisa bikin keluarga ngerasa aman dan nyaman. Intinya “selama ada papa semua akan baik-baik aja”.

Mereka tahu ada tempat yang pasti untuk kembali saat gagal atau ketakutan. Ayah harus aktif mendengarkan saat anak bercerita tentang drama di sekolah atau kegalauan masa remajanya (no judging, ya!). 

Dengan begitu, anak akan berani mencoba hal baru dan tidak takut gagal karena mereka tahu, apa pun yang terjadi, ayah stand by buat kasih semangat.

3. Ayah Harus Takut Anaknya Nggak Bisa Apa-apa

Ini peran yang seringkali jadi pembeda! Biasanya si ibu bakalan teriak kalau anak lagi lari-larian sama tirex. Kalau ayah, malah minta si anak sahabat sama tirex. Gitulah kira-kira.

Kalau ibu biasanya lebih takut atau khawatir anaknya nape-nape pas nglakuin sesuatu, justru ayah yang takut anaknya ngga bisa apa-apa.

Ayah tuh udah ngukur segala resiko yang mungkin bisa timbul kalau maap nih, anak manjat terus jatuh tuh bakalan gimana. Atau pas lari kemungkinan kesandung ada, tapi ya gitu! Ayah mahh tenang aja.

Dalam bermain, ayah cenderung mendorong anak untuk mengambil risiko yang terukur asalkan si kecil bisa ngambil pelajaran dari suatu kejadian dan ngembangin skillnya.

Pola ini ngasih kesempatan anak buat melatih problem-solving dan bahwa jatuh itu bukan akhir dari segalanya. Ayah memberikan ruang agar anak bisa mengambil keputusan sendiri. 

Ayah tuh nggak boleh overprotective, biar anak mandiri dan tangguh menghadapi realita. Apalagi iyup makin hari makin bercanda.

4. Jangan Sibuk-sibuk Napa!

Please, sesibuk apa sih sampai nggak ada waktu buat anak. Mentang-mentang punya uang, anak ditinggalin terus! Sempetin ngatur jadwal biar ada waktu khusus bersama anak.

Aktivitas fisik dan permainan yang melibatkan ayah membangun ikatan emosional yang kuat dan meningkatkan bonding. Kalau nggak gitu ya cukup temenin mereka nonton, belajar, atau ngobrol aja.

Momen-momen ini bikin anak ngerasa lebih dihargai dan dicintai. Pas anak tahu ayahnya enjoy menghabiskan waktu bareng, anak tumbuh lebih pede di sosialnya. 

5. Ayah Adalah Partner Setara Bagi Ibu dalam Pola Asuh

Terakhir, tapi paling fundamental, ayah harus menjadi partner yang setara dengan ibu dalam semua urusan rumah tangga dan pengasuhan. 

Ayah berbagi tugas mulai dari mengganti popok (kalau masih bayi!), menemani belajar, sampai urusan dapur. Saat anak melihat ayah dan ibu bekerja sama dan saling menghormati, mereka belajar tentang kemitraan yang sehat dan pembagian peran yang adil.

Ini mengajarkan mereka tentang kesetaraan gender secara praktis. Ayah yang peduli dan terlibat penuh adalah kunci untuk menciptakan harmoni keluarga yang anti-drama dan super solid.

Intinya-inti nih, dengerin yah!! peranmu itu banyak nggak cuma ngasih uang jajan atau daftarin anak sekolah. Bukan! Apalagi cuma goleran di rumah nggak ngasih contoh yang bagus buat anak, wuh parah!

Tugas ayah tuh lebih besar, membentuk jiwa dan mengarahkan masa depan anak. Jadi, yuk ah udah nikah, udah punya anak, masa iya nggak ngejalanin peran ayah? 

Gimana, siap jadi Ayah yang cool dan all out dalam mengasuh anak? (IF)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment